Home / Kepri / Bintan / Permainan Konyol Dinas PUPR Prov.Kepri, Atas Proyek Preservasi Jalan km.16 Bintan

Permainan Konyol Dinas PUPR Prov.Kepri, Atas Proyek Preservasi Jalan km.16 Bintan

Ketua LSM P2KN prov.Kepri, Kennedy Sihombing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanjungpinang – kompaslima.com : Dugaan permainan konyol, lelang  proyek Preservasi pembangunan jalan lintas di km.16 Bintan, tahun 2019 yang dilakukan dinas PUPR Prov. Kepri. Dinilai, LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Prov.Kepri, syarat KKN.

Pasalnya, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) prov. Kepri. Yang mengumumkan pemenang tender proyek Preservasi pembangunan jalan lintas di km.16, tahun 2019 itu, tidak sesuai sebagaimana mestinya.

Hal itu terlihat, dari hasil pengumuman konyol yang dikeluarkan LPSE. Dengan memenangkan kontraktor diatas harga penawaran terendah.

Adapun keempat kontraktor yang lolos dalam tender proyek tersebut, yaitu. CV. Citra Suvi Persada, nilai penawaran Rp. 7.695.648.529.03,-. cv. Pulau Tenggel, penawaran Rp. 7.452.388.538.15,-.

sementara PT. Amanah Anak Negeri, dengan nilai penawaran sebesar Rp. 7.778.345.685.82,-, serta CV. Tri Buana Citra Perkasa sebesar Rp. 7.523.326.122,57,-.

Terkait hal itu, ketua LSM P2KN prov. Kepri. Kennedy Sihombing, kepada awak media ini. Merasa heran, dengan pemenang tender proyek Preservasi pembangunan jalan lintas km.16 Bintan, di LPSE Kepri.

“Saya heran, mengapa PUPR prov.Kepri memenangkan salah satu kontraktor yang ikut dalam lelang proyek Preservasi pembangunan jalan lintas di km.16 Bintan, lewat LPSE di atas penawaran terendah. Ada apa, ini…….”.

Setelah kami dari tim LSM P2KN prov. Kepri mencermati hal ini. Lelang proyek yang dilakukan oleh dinas PUPR prov. Kepri, kami nilai telah dikondisikan.

Biasanya, pengajuan penawaran dalam tender proyek. Penawar terendahlah sebagai pemenang, sementara dalam hal ini, tidak.

Dugaan kami, pemilik perusahaan pemenang tender proyek Preservasi pembangunan jalan lintas km.16 tersebut, memiliki kedekatan khusus dengan pejabat di Pemprov Kepri. Jelasnya.

Tentunya, dengan dimenangkannya perusahaan yang mengajukan penawaran diatas penawar terendah, berpotensi merugikan negara.

Kami meminta kepada aparat penegak hukum, agar membuka permainan konyol yang dilakukan dinas PUPR prov. Kepri. Sehingga praktek-praktek seperti ini tidak terjadi lagi. Tegasnya.

(Gad)

About kompaslima

Check Also

IR Koarmada I, Buka Wasrik Di Lantamal IV Tanjungpinang

kompaslima.com : kegiatan pengawasan dan pemerikasaan (Wasrik) dari Inspektorat Komando Armada (It Koarmada) I, secara resmi …

One comment

  1. Banyak lagi belajar pak kennedy, lebih banyaklah mendengar daripada berbicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *